2012-12-11

PREDATOR PEMAKAN MANUSIA

5. Macan Tutul dari India
5 Besar Predator Pemakan Manusia
Macan tutul adalah kucing besar yang paling kecil diantara jenis lainnya, tetapi tidak mengurangi keganasannya. Sesuai dengan fakta, macan tutul ini kemungkinan adalah binatang pemangsa manusia yang tertua. Banyak bekas gigitan macan tutul pada fosil manusia terdahulu, dapat disimpulkan bahwa macan tutul ini adalah salah satu yang memangsa para leluhur kita tiga juta tahun yang lalu. Namun walaupun mereka adalah salah satu kucing pemangsa yang bisa membahayakan jiwa manusia, namun hanya sebagian saja yang melakukannnya, yang lebih menyukai daging manusia daripada lainnya. Salah satunya yang hidup di desa Panar, wilayah Kumaon, India, macan tutul jenis inilah yang paling banyak memangsa manusia. Macan tutul ini banyak memangsa manusia di awal abad 20. 
4. Hiu dari New Jersey AS
5 Besar Predator Pemakan Manusia
Penyerangan ikan hiu ini terjadi di Kota New Jersey Amerika Serikat pada tahun 1916, yang pada saat itu pengetahuan manusia terhadap jenis, karakter dan pola hidup ikan hiu ini masih kurang. bahkan ada yang menyatakan bahwa ikan hiu tidak berbahaya sama sekali bagi manusia. Namun pernyataan tersebut dimentahkan oleh adanya kasus penyerangan hiu terhadap manusia, di New Jersey, Amerika Serikat. Korban pertamanya adalah seorang pemuda bernama Charles Vansant, yang sedang berenang di pantai yang dangkal bersama anjingnya. penyerangan tersebut disaksikan olah beberapa orang, termasuk keluarganya, Para penjaga pantai dengan segera berlari menuju tempat kejadian mencoba menolong Charles. Ikan hiu tersebut seperti sangat gigi sekali dan mengikuti kemana arah para penjaga pantai itu berada, bahkan hingga ke tepi pantai yang kemudian menghilang. ikan hiu tersebut telam memutuskan urat-urat arteri di bagian paha Charles dan bahkan dagingnya terkelupas. Charles Vansant meninggal akibat kehabisan darah, saat menuju rumah sakit.
Lima hari kemudian, di tempat yang sama, ikan hiu yang sama kembali menyerang manusia, Charles Bruder. Seorang saksi menyatakan ia melihat sebuah kano merah yang terbalik, namun setelah didekati warnah merah tersebut berasal dari darah Charles Bruder yang berhamburan. ikan hiu tersebut memotong kaki Charles hingga terlepas. Charles kemudian diseret ke pesisir pantai, namun sebelum sampai di pesisir pantai nyawanya sudah tak tertolong.
4. Harimau Betina Dari Nepal
5 Besar Predator Pemakan Manusia
Di penghujung abad 19, wilayah Nepal yang berdekatan dengan pegunungan Himalaya, Champawat, telah diteror oleh kebrutalan dan keganasan binatang pemangsa. Seekor harimau betina ini telah memangsa laki-laki, perempuan dan anak-anak, yang masuk ke area hutan. Akibat intesitas penyerangan sangat sering dan sangat sadis, orang-orang sekitar mulai membicarakan hal-hal klenis terhadap peristiwa hilang dan terbunuhya orang-orang yang masuk ke dalam hutan. Padahal pelakunya adalah seekor harimau Bengali, yang diketahui setelah ditembak erbunuh oleh peluru pemburu. Ia berhasil melarikan diri, namun ia kehilangan dua buah gigi taringnya. Ia menyerang dan memakan manusia, akibat tak mampu lagi mendapatkan makanan dari binatang yang biasa dimangsanya. Dengan kata lain, ia adalah harimau tanpan taring, atau raja tanpa mahkota, sehingga tak mampu lagi membunuh dan menyerang binatang-bintang yang lebih cekatan dan kuat daripada sebelumnya.
2. Buaya Sungai Nil, Burundi
5 Besar Predator Pemakan Manusia
Di Afrika, tepatnya di daerah Burundi, terdapat binatang besar pemangsa manusia. Seekor buaya sungai Nil, berkelamin jantan, berukuran panjang enam meter dan memiliki berat badan hampir satu ton. Gustave, seekor buaya sungai Nil terbesar dan sang raja diantara predator lainnya di benua Afrika yang pernah ada. Berdasarkan penuturan masyarakat lokal dan Patrice Faye (seorang peneliti berkebangsaaan Prancis), Gustave telah memangsa lebih 300 manusia hingga. Walaupun diceritakan masih hidup, Gustave si buaya Nil telah melegenda.
1. Singa Dari Njombe, Tanzania
5 Besar Predator Pemakan Manusia
Peristiwa ini terjadi di Tanzania, kawasan Kota Njombe, pada tahun 1932. Seekor singa jantan, berbadan besar, dan tegap, telah melakukan pembunuhan secara brutal terhadap manusia di sekitarnya. Sebuah cerita rakyat setempat menyatakan bahwa singa tersebut adalah peliharaan seorang tabib lokal, Matamula Mangera, yang menggunakan dan mengendalikan singa tersebut sebagai balas dendam terhadap sukunya yang telah memecatnya dari posisi seorang tabib. Meskipun rakyat memohon untuk mengembalikan kedudukan posisi Matamula sebagai tabib, namun tetap ditolak kepala suku. Secara kebetulan pula singa tersebut tetap menyerang dan membunuh manusia, bahkan mencapai jumlah 1,500 jiwa (ada juga yang menyebutkan 2,000 jiwa). Jumlah tersebut adalah yang paling buruk bagi sejarah serangan harimau terhadap manusia. Tidak saja membunuh manusia, tetapi juga singa-singa lainnya (15 ekor), sehingga tempat tersebut ditinggalkan oleh para kawanannya. Serangan singa tersebut berakhir, bersamaan dengan diangkat kembali Matamula Mangera menjadi tabik suku setempat, dan menambah keyakikan para warga suku terhadap kepercayaanya terhadap Matamula Mangera.

No comments: